Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.
Negara dan Agama,
Kedua kata ini memiliki makna yang berbeda, tetapi memiliki keterkaitan
yang sangat erat, kita tidak bisa beragama tanpa negara sebagai pelindung, dan
kita juga tidak bisa membangun negara tanpa ada agama di dalamnya. Tapi
sayangnya di negara kita tercinta, ada beberapa oknum politikus busuk yang sengaja
ingin memisahkan antara negara dan agama. Mereka sengaja mengkotak kotakkan dan
membuat jurang pemisah yang cukup dalam antara orang yang cinta Negara dan
Cinta dengan Agama.
Baca Juga :Khilafah atauNegara Demokrasi ?
Maka
apa yang terjadi ???
Tentulah saling hujat menghujat, saling tuduh menuduh antar sesama anak
bangsa. Yang teriak pancasila harga mati di tuduh kafir dan tidak menegakkan
ajaran agama sementara yang teriak Allahu Akbar di tuduh tidak cinta
pancasila dan ingin mengganti ideologi bangsa. Hal ini semakin parah
dengan adanya dua kubu calon presiden yang masing2 mewakili pancasia dan Takbir,
seakan akan dua kalimat ini tidak bisa di satukan. Apakah yang teriak takbir
pasti anti pancasila ? ataukah apakah yang cinta pancasila adalah dia yang anti
terhadap agama ?
Lebih parahnya lagi, bencana yang menimpa saudara kita di NTB, Palu dan
Banten tidak luput dari gorengan gorengan politisi busuk, yang satu mengatakan
bencana terjadi karena pmerintah yg dzolim, yang satu mengatakan bencana
terjadi karena di daerah tersebut oposisi yang menang pemilu. Apakah
mereka lupa dengan Firman Allah
Baca Juga :Benarkah Islam
Mengajarkan Kekerasan ?
“Mereka mengetahui nikmat-nikmat Alloh, (tetapi) kemudian mereka
meningkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir,” (QS. An
Nahl: 83)
Dosa akibat kufur ini
bisa mengakibatkan Allah menurunkan kelaparan dan ketakutan pada sebuah negeri:
“Dan Allah Telah
membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi
tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi
(penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah merasakan
kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu
mereka perbuat,” (QS. An-Nahl: 112)
“Dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali
penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman,” (QS. Al Qhashash: 59)
Demikian pula sebuah
negeri yang penduduknya banyak berbuat zalim, maka Allah akan menimpakan azab
yang pedih dan keras, entah berupa bencana alam ataupun bentuk azab lainnya.
Yah, mungkin saja bencana ini terjadi sebagai teguran dari Allah kepada
kita untuk berhenti saling mencela, berhenti saling memfitnah dan salin
mencacikarena itu semua merupakan kedzaliman yang notabene merupakan sebab
diturunkannya adzab. Marilah kita sama sama bahu membahu, saling merangkul
dalam membangun negeri. Bukankah Indonesia adalah negeri yang besar ? Indonesia
tidak butuh orang yang hanya cinta Pancasila atau yang hanya cinta agama tapi
lebih dari itu, Indonesia butuh pemimpin yang bisa menjaga Pancasila sebagai
dasar negara dan juga menegakkan ajaran agama di bumi Nusantara, karena Negara
dan Agama tidak mungkin di Pisahkan.
Baca Juga :apa pengertian
dan makna agama ?
Labels:
Filsafat dan Logika,
Kepercayaan
Terima Kasih Telah Membaca Negara atau Agama, Kamu Pilih Mana ?. Please share...!

Sya juga prihatin dgan apa yg menimpa negara ini,, sesama saudara saling menghujat hanya krena beda pandangan politik.
ReplyDeleteBoleh beda, tapi jangan terpecah.