-->
Motivasi Menulis

Bukan Islam, Mereka di Panggil Kafir Atau Non Muslim ?

Bukan Islam, Mereka di panggil kafir atau non muslim ?
www.filsafat-logika.com
Filsafat, Logika & Kepercayaan. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.  Kamu punya teman orang Kristen, Hindu atau Budha, Baiknya kamu panggil mereka Kafir atau Non Muslim ?

Kali ini kami akan mencoba sedikit membahas mengenai polemik yang terjadi akhir akhir ini di negara mayoritas Muslim terbesar di dunia dan juga jadi negara yang dikagumi toleransi agamanya. Hal ini bermula dari adanya pertemuan yang di adakan organisasi Islam terbesar di dunia yaitu Nahdatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Ahzar, Banjar, Jawa Barat. 
Pada pertemuan itu muncul suatu rekomendasi agar warga negara Indonesia yang beragama non - Muslim tidak lagi disebut Kafir karena kata kafir di anggap mengandung kekerasan teologis. Karena itu para kyai menghormati dan menyarankan menggunakan kata muwathinun (warga negara).

Lalu bagaimanakah hal tersebut jika dipandang dari sudut pandang syariat ?
Perlu kita ketahui bahwa anjuran menggunakan kata non muslim kepada orang kafir itu merupakan anjuran sebagai warga negara atau dalam lingkup bermasyarakat. jadi tidak ada hubungannya dengan fiqih, apa lagi dimaksudkan mengganti kata kata dalam Al Qur'an. misalnya saja mengganti qul yā ayyuhal-kāfirụn menjadi qul yā ayyuhal-Non muslim karena itu jelas suatu kesalahan dan hukumnya adalah Haram.

Baca Juga : Negara atau Agama, Kamu Pilih Apa ?

Kembali ke persoalan kafir atau non muslim.
Dalam kehidupan bernegara, berbeda keyakinan/kepercayaan itu adalah suatu keniscayaan, oleh karena itu Allah dengan tegas agar kita tetap menjaga Habluminannas (Hubungan sesama manusia) dan Habluminallah (Hubungan kepada Allah).
Lalu bagaimana jika ada teman atau tetangga kita yang bukan islam ??
apakah kita harus panggil dengan sebutan Kafir atau Non Muslim ??
Mengutip ceramah dari UAS (Ustd. Abdul Somad) di suatu pengajian. beliau ternyata punya teman yang namanya ationg (kafir) tapi UAS tidak pernah memanggil ationg dengan sebutan Kafir, dan sampai sekarang hubungan UAS dan Ationg tetap baik. 
Oleh karena itu, untuk menjaga Habluminannas sebaiknya kita menghindari memanggil orang non muslim dengan sebutan kafir hal ini agar menjaga perasaan mereka dari ketersinggungan, dan secara tidak langsung kita telah menjalankan perintah Allah agar menjaga hubungan baik antar sesama manusia.

Lantas bagaimana dengan Habluminallah (Hubungan kepada Allah) ?
Apakah tidak ada masalah dimata Allah jika panggilan Kafir di ganti menjadi Non Muslim ?
untuk mengetahui itu kita perlu kaji hukumnya terlebih dahulu.
Jika ada perintah, maka hukum mengganti kata kafir menjadi non muslim ada 2
1. Wajib Jika perintahnya Keras
2. Sunnah Jika perintahnya Lemah.

begitu juka sebaliknya, Jika ada larangan maka hukum mengganti kata kafir menjadi non muslim ada 2 juga.
1. Haram Jika larangannya keras
2. Makruh jika larangannya lemah.
Namun jika tidak ada larangan atau Perintah Maka hukumnya adalah Mubah (Boleh).

Baca Juga : Khilafah Atau Demokrasi ?

Nah sampai sini harusnya anda sudah bisa menyimpulkan sendiri, bagaimana sebenarnya hukum memanggil orang orang kafir dengan sebutan Non Muslim.

Terima kasih.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

Negara atau Agama, Kamu Pilih Mana ?



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.
Negara dan Agama,
Kedua kata ini memiliki makna yang berbeda, tetapi memiliki keterkaitan yang sangat erat, kita tidak bisa beragama tanpa negara sebagai pelindung, dan kita juga tidak bisa membangun negara tanpa ada agama di dalamnya. Tapi sayangnya di negara kita tercinta, ada beberapa oknum politikus busuk yang sengaja ingin memisahkan antara negara dan agama. Mereka sengaja mengkotak kotakkan dan membuat jurang pemisah yang cukup dalam antara orang yang cinta Negara dan Cinta dengan Agama.


            Maka apa yang terjadi ???
Tentulah saling hujat menghujat, saling tuduh menuduh antar sesama anak bangsa. Yang teriak pancasila harga mati di tuduh kafir dan tidak menegakkan ajaran agama  sementara yang teriak Allahu Akbar di tuduh tidak cinta pancasila dan ingin mengganti ideologi bangsa.  Hal ini semakin parah dengan adanya dua kubu calon presiden yang masing2 mewakili pancasia dan Takbir, seakan akan dua kalimat ini tidak bisa di satukan. Apakah yang teriak takbir pasti anti pancasila ? ataukah apakah yang cinta pancasila adalah dia yang anti terhadap agama ?
Lebih parahnya lagi, bencana yang menimpa saudara kita di NTB, Palu dan Banten tidak luput dari gorengan gorengan politisi busuk, yang satu mengatakan bencana terjadi karena pmerintah yg dzolim, yang satu mengatakan bencana terjadi karena di daerah tersebut oposisi  yang menang pemilu. Apakah mereka lupa dengan Firman Allah


“Mereka mengetahui nikmat-nikmat Alloh, (tetapi) kemudian mereka meningkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir,” (QS. An Nahl: 83)
Dosa akibat kufur ini bisa mengakibatkan Allah menurunkan kelaparan dan ketakutan pada sebuah negeri:
“Dan Allah Telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat,” (QS. An-Nahl: 112)
 “Dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman,” (QS. Al Qhashash: 59)
Demikian pula sebuah negeri yang penduduknya banyak berbuat zalim, maka Allah akan menimpakan azab yang pedih dan keras, entah berupa bencana alam ataupun bentuk azab lainnya.
Yah, mungkin saja bencana ini terjadi sebagai teguran dari Allah kepada kita untuk berhenti saling mencela, berhenti saling memfitnah dan salin mencacikarena itu semua merupakan kedzaliman yang notabene merupakan sebab diturunkannya adzab. Marilah kita sama sama bahu membahu, saling merangkul dalam membangun negeri. Bukankah Indonesia adalah negeri yang besar ? Indonesia tidak butuh orang yang hanya cinta Pancasila atau yang hanya cinta agama tapi lebih dari itu, Indonesia butuh pemimpin yang bisa menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan juga menegakkan ajaran agama di bumi Nusantara, karena Negara dan Agama tidak mungkin di Pisahkan.


Benarkah Islam Menyembah Batu ??

Hajar Aswad
FL&K. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….
Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba sedikit membahas tentang hajar aswad.  Hajar 'Aswad (Arab: حجر أسود) merupakan sebuah batu yang diyakini oleh umat Islam berasal dari surga, dan yang pertama kali menemukannya adalah Nabi Ismail dan yang meletakkannya adalah Nabi Ibrahim. Menurut riwayat, batu tersebut awalnya berwarna putih bersih, namun perlahan lahan menjadi hitam akibat dosa dosa dari bani Adam.
            Baca Juga: IslamAgama Teroris ?? Ini Jawabannya !
Kemudian muncul suatu fitnah dari kalangan misionaris atau para pembenci islam, isu yang diangkat bahwa umat muslim itu menyembah batu hitam hajar aswad, dan yang lebih heboh lagi, ada beberapa yang mengatakan kalau batu hitam itu adalah Allah… hahahahah

Mungkin mereka tidak tau bahwa Kiblat pertama umat Muslim itu adalah Masjid Al-Aqsa yang terletak di Yerussalem selama kurang lebih 17 bulan, sebelum turun wahyu Allah untuk merubah kiblat kea rah Kabbah,,, ini sudah merupakan suatu bukti bahwa Muslim sama sekali tidak menyembah batu.
Lebih lanjut lagi, mungkin mereka tidak tau bahwa Hajar Aswad pernah dicuri selama puluhan tahun oleh orang2 yang tdk bertanggung jawab. Apakah Muslim berhenti sholat ?? Apakah Muslim merubah arah sholat ??  TIDAK….. Bahkan muslim masih bisa shalat dengan santai dan juga tidak merubah arah kiblat !!! Apakah ini bukan bukti kuat bahwa Islam tidak menyembah Batu hitam ??
            Baca Juga: Apakah Tuhan Benar Benar Ada ?
Lalu muncul kembali pertanyaan. Mengapa Umat Muslim mencium batu tersebut ??
Ini tidak lain dan tidak bukan karena Nabi Muhammad SAW Mencium batu tersebut. Dan dalam Islam sendiri tidak ada kewajiban untuk mencium Batu Hajar Aswad.

عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ
“Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270).
Dalam lafazh lain disebutkan,
إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ
“Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim no. 1270).
            Baca Juga: Satu Sisi Keagungan Israj Miraj.

Islam Agama Kekerasan ?? Ini Jawabannya.

FL&K. Assalmualaikum warahmatullahi wabarakakatu.
Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba untuk meluruskan anggapan anggapan miring saudara kita yang menganggap bahwa islam itu agama kekerasan agama yang menyerukan perang. Para org Kristen atau pengkritik Islam taunya bahwa islam itu agama kekerasan dn mngajarkan peperangan,,, Krn sy islam, sy rasa pnting untk mluruskan hal trsbut....
Satu kesalahan mendasar bagi orang orang yang menilai hal tersebut adalah, bahwa mereka menilai islam lewat pemeluknya, mereka tidak menilai islam lewat ajarannya yaitu Alquran dan Alhadits. Memang ada beberapa ayat dalam Alquran yang memerintahkan untuk berperang, tapi perlu diketahui bahwa Printah perang dlm islam itu kondisional,, islam akan berperang jika ada yg memerangi lebih dulu...
Berikut ini contoh bahwa Islam itu agama yang DAMAI tapi SANGAT RASIONAL.. Kami umat Muslim di wajibakn untuk membela diri, makanya alquran mengatakan, jika kamu di perangi maka balaslah dengan hal yang setimpal. Berikut ayatnya
“Dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya” (Q.S. 9:36)
“Jika mereka memerangi kamu (terlebih dahulu) maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir” (Q.S. 2:191)
Lebih jauh lagi,,, islam itu agama yg damai,, jika musuh sdh berhenti memerangi, maka islam d wajibkn juga untk brhenti... 
“Dan jika mereka condong pada perdamaian maka condonglah (kamu) kepada nya (perdamaian itu) dan bertwakallah pada Allah “(Q.S. 8:61)
“Namun jika mereka membiarkan mu dan tidak memerangi kamu serta mengajukan perdamaian padamu, Allah tidak memberi jalan bagimu untuk (memerangi) mereka”. (Q.S. 4:90)
Lebih lanjut lagi,, islam adalah agama yang damai,,, apakah setiap orang musyrik harus di perangi ??? Jawabannya tidak,, bahkan islam mnganjurkan org2 musyrik yang tidak tau apa2/musyrik yang menjaga kedamaian untuk di lindungi... Bayangkan,, dalam kondisi perang, orang yang seiman dengan musuh minta tlong, islam mewajibkan untuk menolong..
“Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui."(QS. 9:6)
Intinya islam itu agma yg damai tapi rasional,,, jika di perangi maka boleh melawan... Karena islam dengan tegas melarang membunuh, dan hukuman dari membunuh itu adalah dosa, kecuali dalam 2 perkara sesuai dengan ayat berikut ini.
“ Barang siapa membunuh seseorang bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena berbuat kerusakan di muka bumi maka seakan akan ia telah membunuh semua manusia”. (Q.S. 5:32)


Wassalam…..

Apakah Tuhan Benar Benar Ada ??

FL&K. Apakah Tuhan benar benar ada ? Mungkin ini merupakan pertanyaan sederhana yang sering terlontar dalam dialog dialog antar agama ataupun kajian kajian tentang agama. Sebagai manusia yang beriman kita harusnya yakin 100% bahwa Allah itu benar benar ada, sehingga pertanyaan Apakah Tuhan benar benar ada itu tidak perlu di pertanyakan lagi.

Lalu bagaimana dengan orang orang yang tidak beriman/orang yang punya tingkat keimanan yang masih rendah, yang belum meyakini dengan pasti bahwa Allah itu benar benar ada ??

Menyikapi masalah diatas, saya mempunyai pengalaman pribadi saat  berdialog dengan salah satu senior  di asrama, Saya adalah mahasiswa Teknik dari Universitas Negeri di Makassar, sedangkan sang senior saat itu merupakan mahasiswa di Universitas Islam Negeri di Makassar. Dialog saya dan dia diawali dengan cerita cerita santai ala mahasiswa, namun entah mengapa cerita cerita ringan tersebut berubah menjadi dialog agama yang cukup serius sampai muncullah pertanyaan APAKAH TUHAN ITU BENAR BENAR ADA ???

Mendengar pertanyaan tersebut senior tersebut terdiam sejenak sambil berpikir (saya Cuma senyum2 karena merasa pertanyaan tersebut tidak akan bisa di jawab ). Kemudian dia berkata “ Untuk dapat mengetahui bahwa Tuhan itu benar benar ada harus di barengi dengan usaha, bukan bertanya dan Cuma bertanya, bertanya memang penting, belajar, serta dialog juga penting, tapi yang paling penting adalah memperbanyak pengalaman spiritual. Cobalah kamu perbanyak pengalaman spiritual dan mendekatkan diri lebih dekat lagi kepada Allah, Pasti kamu akan rasakan bahwa Allah itu benar benar ada. Saya bertanya lagi “ Bisa di perjelas ??”.  Senior tersebut kembali diam sambil berpikir.

Agar gampang di pahami, saya akan beri  analogi yang sederhana saja, lanjut senior tersebut. Seumpama ada “minuman” jenis baru yang belum kamu coba sama sekali, apakah kamu bisa tau bagaimana rasanya jika kamu hanya bertanya dan terus bertanya ?? tentu tidak bukan ??. “ya” jawab saya. Cara yang paling efektif agar kamu dapat mengetahui rasa dari “minuman” tersebut adalah dengan mencobanya sendiri. Begitu juga dengan Allah, kamu tidak akan pernah bisa merasakan kehadiran Allah jika kamu hanya bertanya dan bertanya, perbanyaklah pengalaman spiritual, shalat tepat waktu, usahakan berjamaah di masjid, shalat dengan ikhlas, jauhi larangannya dan ikuti perintahnya, niscaya kamu akan merasakah bahwa Allah itu benar benar ada, Tutup senior saya.


Jawaban tersebut membuat saya berpikir, kemudian lanjut bertanya,, tapi yang harus di buktikan pertama kali adalah, apakah “minuman” tersebut benar ada ? Senior saya Cuma tertawa sambil memberi bukti bukti yang tidak bisa saya bantah mengenai bukti bahwa Allah itu benar benar ada. Klik untuk membaca Bukti Allah itu Benar Benar Ada.
Back To Top