-->
Motivasi Menulis

Satu Sisi Keagungan Isra` Mi`raj

www.filsafat-logika.com
FL&K. Isra` Mi`raj dan Saintek (Saintek=Sains+Teknologi) merupakan dua hal yang mempunyai hubungan mutually exclusive dalam klasifikasi pengetahuan manusia. Isra` Mi`raj jelas merupakan satu bahasan dalam metafisika, dan secara prinsipiil ruang bahasan metafisika berbeda dengan ruang bahasan saintek. Saintek membahas hukum-hukum alam material yang empiris, sains menjawab pertanyaan what dan why dan teknologi menjawab pertanyaan for what. Sedang metafisika membahas hukum-hukum umum alam, terutama alam immaterial yang jelas non-empiris.


Mungkin sebagian orang beranggapan, " Sulit bagi saya untuk memahami Isra` Mi`raj di abad sains dan teknologi ini. Sains modern telah menemukan bahwa kecepatan maksimum materi adalah kecepatan cahaya di ruang hampa (c = 300.000 km/dt). Seperti yang telah kita ketahui cahaya merambat memerlukan waktu 500 detik ( 8,333 menit) untuk menempuh jarak bumi-matahari, dan ia perlu merambat selama 50.000 tahun hanya untuk melintasi radius galaksi Bima Sakti (The Milky Way), padahal galaksi yang ada di alam ini yang terobservasi sampai saat ini diperkirakan ada ratusan juta. Bagaimana mungkin, seseorang manusia melintasi itu semua dalam waktu semalam?"

Sekiranya tidak karena keterpaksaan yang sangat, nyaris-nyaris saya tidak ingin membahas sama sekali "kesalahan dan kebodohan hakiki" yang terungkap dalam argumen seperti ini. Argumen seperti ini benar-benar menunjukkan kesalahan sistematik kronis suatu sistem berfikir yang masih bisa disebut sebagai "otak". Yaa, untuk mengisi waktu seminar yang diberikan pada saya ini, - karena memang saya tidak mempunyai ilmu agama yang memadai untuk disampaikan-, marilah kita bahas beberapa kesalahan berfikir yang terdapat dalam argumen tersebut.

Pertama, di balik argumen tersebut terdapat suatu anggapan bahwa Isra` Mi`raj adalah suatu perjalanan yang bersifat murni material. Nabi dianggap berjalan dari satu titik ruang tertentu (Masjid Al-’Aqsha) di alam ini kesatu titik ruang tertentu di balik ujung langit (Sidratul-Muntaha) , dan menemui Tuhan di sana. Apakah mungkin bagi Tuhan terikat pada "ke-dimana-an"? Padahal Ia-lah Yang Maha Mutlak. Tidak Terbatas. Karena jika ada sesuatu yang membatasinya berarti ada sesuatu yang lebih kuasa dari-Nya. Subhanallahi ‘amma yashifuun. Perhatikan ayat berikut ini; " Wa idzaa sa`alaka ‘ibaadi ‘annii fa innii qariib"(QS Al-Baqarah 186). Allah Yang Maha Dekat terhadap Anda, terhadap saya, terhadap kita semua. Dan tentu tidak mungkin menafsirkan ayat ini dengan mengartikan dekat dalam pengertian "ke-dimana-an" material seperti di atas.

Kedua, sekiranya sekali lagi sekiranya anggapan di atas benar pun, apakah benar bahwa perjalanan ini tidak mungkin secara logis? Mungkin perlu bagi kita untuk meninjau kembali berbagai jenis kemungkinan.

Pertama, adalah kemungkinan empiris, contohnya adalah naik gunung Himalaya mungkin secara empiris.


Kedua, adalah kemungkinan saintifik, contohnya adalah mungkin membuat kereta api yang melayang di atas relnya dengan energi superkonduktor. Walaupun kereta ini belum ada secara empiris namun secara saintifik ini mungkin. Kemungkinan saintifik dan kemungkinan empiris ini relatif, berubah terhadap ruang dan waktu dan tidak bisa dipegang sebagai satu kebenaran mutlak. Secara saintifik tidak mungkin bagi seseorang masih hidup jika jantungnya telah tidak berdenyut selama seratus hari, tapi kenyataannya secara empiris ada ahli-ahli yoga India yang mampu melakukannya. Secara empiris tidak mungkin untuk bergerak dengan kecepatan 1000 kali kecepatan suara saat ini, padahal secara saintifik itu sangat mungkin (1000 kali kecepatan suara = 0,001 kali kecepatan cahaya). Secara empiris, dulu tidak mungkin orang bisa pergi ke bulan, sedang sekarang secara empiris hal itu jelas-jelas mungkin. Secara saintifik, dulu tidak mungkin bagi seseorang untuk memahami eksistensi gelombang elektromagnetik, tapi sejak Maxwell menemukannya sekarang semua mahasiswa memahaminya. Bahkan secara empiris, kita telah menikmati manfaatnya melewati TV, radio, dll.

Jenis kemungkinan ketiga adalah, kemungkinan logis. Sesuatu disebut mungkin secara logis, jika ia tidak melanggar prinsip non-kontradiksi. Apa contoh sesuatu yang tidak mungkin secara logis? Misal; sesuatu ada sekaligus tidak ada di suatu tempat dan waktu tertentu secara bersamaan. Apa contoh lain? Misal; adanya lingkaran sempurna yang luasnya tidak berbanding lurus dengan kuadrat jari-jari. Apa contoh lain yang mudah? Misal; membagi tiga keping uang seratusan logam secara merata kepada dua orang tanpa perlu membagi/menukarkan keping tersebut. Dan lain-lain. Kemungkinan logis ini tidak relatif, tapi mutlak. Tidak tergantung ruang dan waktu. Tidak tergantung kasus apapun. Ia berlaku universal. Kemungkinan logis inilah yang dapat dipakai sebagai satu ukuran logis atau tidak logisnya sesuatu secara umum. Ditinjau dari kemungkinan logis ini, misalnya, sekali lagi misalnya kita anggap asumsi model perjalanan Isra` Mi`raj yang material itu pun kita terima, tidak ada kontradiksi logis apapun di sana. Kejadian tersebut tidak melanggar prinsip non-kontradiksi. Jadi ya, sahih. Atau mungkin-mungkin saja secara logis. Sedikit lebih jauh lagi, apakah Anda mendengar suatu eksperimen akhir-akhir ini yang telah membantah Teori Relativitas dengan ditemukannya partikel yang bergerak lebih cepat dari cahaya? Mari kita tinggalkan kerangka empirisme dan saintifik yang relatif dalam memahami hal-hal yang bersifat absolut. Kembali ke struktur berfikir yang jernih. Dan logis.

Apa satu hikmah Isra` Mi`raj bagi saya, seorang teknolog yang bodoh ini? Minimal, saya menjadi menyadari pentingnya berfikir di luar kerangka empirisme dan saintek yang amat relatif. Kemudian, saya menyadari kemungkinan logis yang jauh lebih luas dan umum dari sekedar empirisme inderawiah dan saintek materialis yang dangkal. Dan mungkin, saya akan menyadari makna immaterialitas perjalanan Isra` Mi`raj Nabi Suci, jauh di atas sekedar keajaiban-nya yang mengatasi alam materi ini.  Saya teringat ada satu makhluk manusia yang teramat mulia. Tubuh materialnya telah terspiritualisasi sempurna menjadi Cahaya yang lebih terang dari seluruh Cahaya material maupun immaterial lain. Seluruh wujud-nya mengalami perjalanan, atau mungkin saya lebih suka menyebutnya sebagai transformasi atau dalam istilah filsafatnya gerakan substansial (harakah al-jauhariyah), sehingga dikatakan ia mencapai "jarak substansial" terdekat terhadap Hakikat Agung Zat Suci Yang Maha Agung Maha Semarak di antara semua makhluk lain yang dicipta. Ia-lah Muhammad, Kekasih-ku, Junjungan-ku, dalam seluruh hidup-ku dan mati-ku. Ia-lah Muhammad, Kekasih Tuhan Seru Sekalian Alam. Sholallohu ‘alaihi wassalam.Sekali lagi, itu hanyalah pemahaman saya pribadi yang amat bodoh ini.

Baca Juga; Absolut Vs Relatif
wallahu a’lam bish-showwab


Oleh Dimitri Mahayana

Hakikat Hukum Salib (shalb)

www.filsafat-logika.com
FL&K. Hukuman salib adalah hukuman yang terkenal dan lazim digunakan oleh bangsa-bangsa tertentu zaman dahulu. Orang Romawi sebenarnya tidak pernah menggunakan hukuman salib untuk bangsa mereka sendiri melainkan menerapkannya pada bangsa­bangsa jajahan mereka untuk menghukum orang-orang yang dianggap memberontak kepada Kaisar.


Salib atau shalb berasal dari kata ash-shaliib yang berarti sumsum atau lemak. Dalam bahasa Arab dikatakan ash-haabush-shulubi, yakni orang-orang yang mengumpulkan al­'idhaama (tulang) dan mengeluarkan sumsumnya serta mencampurkannya. Di dalam Al Qur'an dikatakan, 

"yakhruju min bainish shulbi wat taraaib"

(keluar dari antara tulang belakang yang paling bawah dan tulang-tulang dada- QS 86:7). 

Dalam ayat yang lain dikatakan,

"Wa ammal aakharu fasyushlabu fatakuluth-thairu min rasihii"

(Dan adapun mengenai yang lain, ia akan disalibkan, burung-burung akan memakan sebagian dari kepalanya - QS 12:41). 


Jika kita meneliti asal dan makna kata yang terbentuk dari huruf sh-l-b (shalb) maka artinya adalah tulang atau sumsum.


Prosesi hukuman shalb (salib) itu adalah prosesi hukuman mati yang perlahan-lahan, dan biasanya memakan waktu sampai dengan tiga hari hingga ajalnya tiba. Terhukum akan dipaku ke dua tangannya di tiang salib, dikarenakan berat tubuhnya maka si terhukum akan mengalami kesulitan nafas karena terhimpit paru-parunya hingga akhirnya hal ini akan mempercepat kematian. Oleh karena itu untuk menambah penderitaan (memperlama proses kematian) maka pada telapak kaki diberikan sandaran papan di kakinya dipakukan kepada papan tersebut (sehingga dengan kaki ini terhukum dapat berdiri menyangga tubuh). Terhukum akan dibiarkan menderita haus dan rasa sakit bahkan gangguan dari mangsa hewan liar. Pamungkas dari proses kematian ini adalah dipatahkannya tulang-tulang kaki (shalb-salib/patahkan tulang mengeluarkan sumsum) yang akan mempercepat kematian. Inilah hukuman salib (pematahan tulang dan sumsum di pancang / tiang kayu). Jadi seseorang yang hanya mengalami pemakuan di tiang kayu namun tidak mengalami pematahan tulang dan sumsum maka tidak bisa dikatakan telah di hukum salib.


Inilah arti dan prosesi hukuman shalb (salib), dan pada artikel berikutnya kita akan melihat apakah Nabi Isa. a.s. mengalami hukuman shalb (salib)



Sumber
The Passion of Jesus

Penangkapan dan Penyaliban Isa/Yesus



FL&K. Isa a.s. (yesus) yang sudah mengetahui akan rencana penangkapan akan diri beliau, menjelang penangkapan beliau bersama murid beliau pergi ke bukit Getsmani. Di sana beliau berdoa dengan penuh ratap sangat pilu memohon keselamatan dari hukuman salib (kematian terkutuk).




"Dan mulailah ia merasa sedih dan gentar. Lalu katanya kepada mereka, "Hatiku sangat sedih seperti mau mati rasanya..." Maka ia maju sedikit, lalu sujud, dan berdo'a, katanya, "Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan (kematian) ini lalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yang kuhendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki". (Injil Matius 26: 37-39).
 
"la sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdo'a; peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah". (Injil Lukas 22 : 44).
 
Nabi Isa a.s. menangis bukan karena takut melainkan menyesali apa yang diperbuat oleh kaum Yahudi karena semata-mata kebencian dan purba sangka kepada beliau dan hendak membuktikan bahwa beliau adalah seorang pendusta dengan kematian terkutuk di tiang salib.

Kaum Yahudi yang dimotori oleh para Ulama Yahudi mengadukan Isa a.s. kepada Pilatus (Gubernur) agar ia menangkap dan mengadili Isa. Namun sebenarnya Pilatus enggan untuk menangkap Isa a.s. dan berkata :

 "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun padanya" (Injil Yohanes 18 : 38).
 

Kecewa karena Pilatus membela Isa a,s, maka para Musuh Isa a.s. mengancam akan mengadukan sikap Pilatus kepada Kaisar. Mereka berkata : 

"Jika engkau membebaskan dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar....." (Injil Yohanes 19:12)
 

 

Pilatus sebenarnya merasa dan mengetahui bahwa Isa a.s. bukanlah seorang biasa, terlebih-lebih istri Pilatus memperoleh mimpi bahwa Isa a.s. adalah orang yang benar sehingga ia berkata kepada suaminya : 

"Jangan engkau mencampuri perkara orang yang benar itu, sebab karena dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam". (Matius 27 : 19).
 
Akhirnya dengan berat hati Pilatus tidak bisa menghindar dari desakan nafsu kaum Yahudi untuk membunuh Isa a.s. : "la harus disalibkan!" Pilatus mengambil air dan membasuh tangannya. Di hadapan orang banyak dan berkata, 



"Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri". (Injil Matius 27 : 23-24).

Sumber
The Passion of Jesus

Cara Membuktikan Alquran Bukan Firman Allah

FL&K. Pada kesempatan sebelumnya, saya telah membuat artikel mengenai Bukti Bahwa Alquran benar benar Wahyu/Firman Allah. Namun hal tersebut tidak akan mudah diterima oleh saudara saudara saya dari non muslim. Sebenarnya, dari ayat pertama sampai terakhir, Allah terkadang memberikan cara kepada manusia agar bisa membuktikan bahwa Alquran itu salah, tapi sampai saat ini tidak ada yang mampu. Berikut ulasannya.


1.   Surah Al- Lahab ayat 1-5
Surath Al Lahab ini menceritakan Abu Lahab dan isterinya yang menentang Rasul s.a.w. Keduanya akan celaka dan masuk neraka. Harta Abu Lahab, tak berguna untuk keselamatannya demikian pula segala usaha-usahanya.

Sebenarnya Allah memberi kesempatan kepada Abu lahab untuk bisa membuktikan bahwa Alquran itu salah dengan dirinya masuk islam. Jika abu lahab masuk islam, maka bisa di pastikan Alquran akan keliru, tapi Allah itu maha mengetahui, Allah tau Abu Lahab tidak akan masuk islam sampai akhir hidupnya.Tapi hal ini sudah tidak dapat di buktikan lagi karena Abu Lahab telah meninggal dunia..

2.   Ath Thur ayat 33-34
Ayat diatas tersebut menceritakan bahwa orang orang kafir yang dibacakan Alquran mengatakan bahwa mereka telah mendengar ayat ayat semacam itu, dan jika mereka berniat membuat hal yang demikian maka itu sesuatu yang gampang bagi mereka. Maka Allah memberikan tantangan kepada mereka agar membuat ayat yang serupa dengan alquran.

Nah, buat kalian yang ingin mencoba tantangan dari Allah, silahkan coba buat satu surah saja yang seperti Alqur’an. Karena Alquran berbahasa arab, maka tantangan ini hanya dapat dilakukan oleh orang orang yang bias berbahasa arab. Bagaimana dengan orang yang ingin membuktikan kesalahan Alquran tapi tidak bisa berbahasa arab ? tenang saja,, Allah masih memberi cara yang lain.


3.   Al Maa’idah ayat 62
Ayat diatas membahas mengenai orang orang yahudi dan orang orang nasrani yang tidak akan pernah suka dan senang  kepada orang orang muslim sampai mereka mengikuti agama mereka.

Alquran  bisa saja salah dan keliru jika orang orang yahudi atau orang orang nasrani itu suka kepada orang orang muslim,, dan saya rasa hal itu tidak akan pernah terjadi.

Nah, untuk kalian yang ingin membuktikan bahwa Alquran itu salah, kamu harus membuat semua orang orang yahudi dan nasrani untuk  suka kepada umat muslim. Tapi rasanya itu juga cukup sulit. Tapi tenang saja, Allah masih memberi  cara untuk membuktikan bahwa Alquran itu salah.

4.   Annisa ayat 82
Ayat diatas menceritakan bahwa Allah menantang para orang orang yang meragukan Alquran untuk mencari satu saja ayat dalam alquran yang kontradiksi, Jika ada, maka Alquran terbukti bukan wahyu dari Allah..


Saya rasa tantangan inilah yang paling gampang untuk dilakukan, silahkan untuk orang orang yang membuktikan alquran itu salah mencari satu saja ayat dalam alquran yang saling bertentangan..
Selamat mencoba



Bukti Alquran Firman Tuhan

FL&K. Al-Qur'an (bahasa Arab: القرآن al-Qurʾān) adalah kitab suci  berbahasa  Arab  yang Allah wahyukan kepada nabi Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan kepada seluruh umat manusia. Namun, apakah Alquran itu benar benar datangnya dari Allah ??

Pada kesemptan ini, saya akan member beberapa bukti bahwa Al-quran memang datang dari Allah.

1.     Alquran berbicara mengenai pembentukan Jagat Raya. 
Para ilmuan di jaman ini sepakat bahwa Bumi ini berawal dari satu Nebula utama, kemudian ada ledakan yang di sebut Big Bang yang menjadikan terciptanya galaksi, bintang, bulan matahari dan bumi tempat kita hidup. Itu adalah teori Big bang yang baru kita ketahui beberapa tahun silam, sebut saja 50 atau 100 tahun yang lalu,, Ternyata hal yang dikenal dengan Big Bang telah disebutkan Alquran 1.400 Tahun yang lalu dalam surat Anbiyya 21:30 dimana Allah berfirman:
Dan apakah orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya; Dan kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa tidak beriman?”. 
Siapakah yang mampu menyebutkan hal demikian dengan tepat 1.400 yang lalu kalau bukan sang Pencipta Langit dan Bumi ????


2.   Alquran berbicara mengenai Bentuk Bumi.
Kapan manusia dengan ilmu pengetahuannya mengetahui bahwa bentuk bumi itu bulat ?? Sebelumnya manusia mengira bahwa bumi itu datar, barulah pada tahun 1577 ketika Sir Francis Drake berkeliling dunia, ia membuktikan bahwa bumi itu bulat. Ternyata bentuk bumi telah dikatakan Alquran 1.400 tahun yang lalu dalam surat Naazi’aat 79:30 “Dan setelah itu Bumi dia hamparkan”. Kata arab “dhaha” salah satu maknanya adalah “dihamparkan” dan makna lainnya berasal dari kata arab duya yang berarti “telur” yang merujuk pada telur burung unta, dan sekrang kita ketahui bahwa bentuk bumi itu bukan bulat sempurna, tetapi agak lonjong di daerah kutubnya. Siapakah yang mampu menyebutkan hal demikian dengan tepat 1.400 yang lalu kalau bukan sang Pencipta Bumi???
   
3.  Alquran berbicara mengenai cahaya bulan.
Sebelum Ilmu pengetahuan dan alat modern di temukan, orang orang percaya bahwa bulan itu memiliki cahaya sendiri. Barulah 200 Tahun yang lalu setelah alat modern di temukan kita mengetahui bahwa cahaya bulan itu merupakan refleksi dari cahaya matahari. Ternyata hal tersebut telah disebutkan dalam Alquran 1.400 tahun yang lalu dalam surat Furqaan (25:61). “Maha suci Allah yangmenjadikan dilangit gugusan bintang bintang dan dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar”. Kata arab untuk matahari adalah “sam” dan cahayanya selalu dijelaskan sebagai “siraj”, Dan bulan berarti “qamar” dan cahaya selalu dijelaskan sebagai “munir” yang artinya cahaya yang berasal dari sumber lain atau “nuur” yang artinya cahaya yang terefleksi. Siapakah yang mampu menyebutkan hal demikian dengan tepat 1.400 yang lalu kalau bukan pencipta matahari dan bulan???


4.  Alquran berbicara mengenai Matahari
Ilmu pengetahuan dulu menjelaskan bahwa matahari itu tidak bergerak (statis), tapi baru baru ini di temukan bahwa matahari membutuhkan waktu kurang lebih 25 haru untuk berotasi. Ternyata hal tersebut sudah disebutkan Alquran 1.400 tahun yang lalu dalam surat Anbiyya 21:33 “Dan dialah yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing masing beedar pada porosnya”. Siapakah yang mampu menyebutkan hal demikian dengan tepat 1.400 yang lalu kalau bukan sang pencipta Matahari???
  
5.  Alquran berbicara mengenai Hidrologi (Siklus Air)
Kita semua tahu bahwa siklus air itu berawal dari air laut yang berevaporasi , ia menjadi awan, dan awan itu bergerak dan menjadi bintik bintik air yang kita tahu pertama kali dari Sir Bernard Palissy pada tahun 1580. Ternyata hal ini juga disebutkan 1.400 tahun yang lalu dalam alquran diantaranya, Az Zumar 39;21, Ruum 30;24, Hijr 15;22, Mu’minuun 23;18, Ruum 30;48, Nuur 24;43, Nabaa 78;12-14, A’raaf 7;57, Ra’d 13;17 dan surat Furqaan 25;48-49. Siapakah yang mampu menyebutkan hal demikian dengan tepat 1.400 yang lalu ???

Baca Juga; Alkitab Vs Sains

Dari beberapa fakta ilmiah yang ada diatas, Siapakah yang mampu menjelaskan hal tersebut dengan tepat 1.400 Tahun yang lalu Kalau bukan sang Pencipta Langit dan Bumi ??? Itulah beberapa bukti Bahwa Alquran itu benar benar Firman dari ALLAH SWT..

Ajaran Yesus Vs Ajaran Paulus

www.filsafat-logika.com
FL&K. Yesus Tuhan atau Utusan ??

    Pernyataan YesusInilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3)  

Aku (Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya....Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia (Bapa) yang mengutus Aku. (Yohanes 13:16,20)

Pernyataan Paulus
Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6)  

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9) 



     2.   Taurat di batalkan atau tidak ??
Pernyataan Yesus
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17) 

Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:18) 

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:19)

Penyataan Paulus
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16) 

Baca Juga; Alkitab Vs Sains

    3.   Apakah Sunat Harus ?
Pernyataan Yesus.

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21) 

Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; (Kejadian 17:10)

Pernyataan Paulus.

Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Galatia 5:6)  

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Korintus 7:19) 

     4.   Apakah ada dosa waris ?
Pernyataan Yesus
Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20) 

Pernyataan Paulus
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang (Adam), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12) 


Al-Qur'an Mengenai Wafatnya Yesus

www.filsafat-logika.com
FL&K. Islam dan kristen merupakan agama yang sama sama mengaggap Isa almasih / Yesus sebagai orang yang suci. Namun ada perbedaan yang membuat kedua agama ini berbeda, salah satu yang akan kami bahas adalah tentang kematian yesus. Alkitab mengkalim bahwa yesus telah mati di tiang salib demi melakukan penebusan dosa, dan alquran sendiri mengatakan bahwa yesus tidak mati melainkan di angakt ke langit oleh Allah...  Pada kesempatan ini saya akan sedikit membahas mengenai wafatnya isa as menurut  Al-Qur’an..

A. Al Maidah 117

Dalam surah 5 : 117 ayat berbunyi : 

"Aku (Isa a.s.) tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu : "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku (Isa a.s.) menjadi SAKSI terhadap mereka, selama aku berada diantara mereka. Maka setelah Engkau WAFATKAN aku, Engkaulah yang MENGAWASI mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan segala sesuatu".


Ayat ini menjadi bukti bahwa semasa hidupnya beliau ( Nabi Isa a.s.) selalu mengajarkan tauhid, dan beliau menjadi saksi dan pengawas akan tegaknya tauhid diantara pengikut beliau. Namun manakala beliau telah wafat maka atas segala penyimpangan yang dilakukan oleh umatnya bukanlah lagi menjadi tanggung jawab beliau a.s. Dan beliau menyerahkan hal itu kepada Allah yang Maha Menyaksikan.


Jadi, jika beliau a.s. saat ini masih hidup disuatu tempat sedang didunia meraja lela aqidah trinitas maka tidak ada yang lebih patut dipersalahkan selain Isa a.s., karena beliau telah berjanji bahwa selama hidup beliau maka beliau akan menjadi saksi dan penjaga atas umatnya untuk tetap mengikuti tauhid.



Jadi dengan menyimpangnya umat beliau dari ketauhidan itu sendiri sudah menjadi bukti bahwa beliau telah wafat, karena beliau tidaklah lagi menjadi saksi dan penjaga atas mereka. Dan beliau suci dari timbulnya aqidah trinitas.


Tafsir surah Al Maidah 117 ini ada dalam hadis yang diriwayatkan Ibn Abas r.a.: 

"Rasulullah saw bersabda di hari kiamat kelak, bakal ada beberapa orang yang akan ditarik ke api neraka, maka aku (Muhammad saw) akan berkata, mereka adalah sahabat-sahabatku, di waktu itu aku mendapat jawaban, "Engkau tidak mengetahui apakah yang telah mereka buat setelah engkau mati, lalu aku akan berkata seperti hamba Allah yang saleh (Isa ibn Maryam) itu berkata : "dan ada(ah saya menjadi saksi atas mereka selama saya hidup bersama mereka, maka manakala Engkau matikan saya, adalah Engkau menjaga mereka".


Jadi atas dasar Tafsir surah 5 : 117 menyangkut Isa a.s. dalam Hadis Bukhari Kitabut Tafsir. Bahwa sebagaimana Muhammad saw telah wafat dan tidak lagi menjadi saksi/penjaga atas umatnya. Maka demikian pula Isa a.s. telah wafat dan tidak lagi mejadi saksi/penjaga atas umatnya.


Sebagai tambahan. Dalam Kitab Hadis Kanzul Umal Jld XI hal 479. Fatimah r.a. menerangkan Rasulullah saw bersabda :

"Sesungguhnya Isa ibnu Maryam usianya 120 tahun".


B. Ali Imran 55


"Ingat(ah ketika Allah berfirman: Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mematikan engkau dan akan meninggikan engkau di sisi Ku dan akan membersihkan engkau dari kaum yang ingkar?'


Perlu diperhatikan kronologis ayat ini :

1. Dimatikan/ diwafatkan
2. Ditinggikan / diangkat

3. Dibersihkan


Kronologis ayat ini tidak boleh dibolak-balik.


Umat Nasrani mengatakan bahwa Isa diangkat ke langit, namun sebelumnya Isa wafat di kayu salib lalu hidup lagi. Itikad Nasrani ini salah, karena pada ayat ini tidak dikatakan bahwa sebelum beliau diangkat beliau hidup lagi. Lagi pula Yesus tidak wafat di tiang salib melainkan hanya mati suri alias pingsan saja.


Sementara itu kebanyakan umat Islam percaya bahwa beliau kini diangkat dan hidup di langit bersama jasad kasarnya, kalo begitu yang sekarang ada di langit adalah jenazah Nabilsa, karena berdasarkan ayat di atas beliau di wafatkan dulu baru diangkat. Kalau anda mengatakan bahwa yang di angkat itu Isa yang hidup maka konsekuensinya anda harus berani menghapus poin 1 dari ayat di atas, anda sanggup menghapus (mengkoreksi) Firman Allah?


Kemudian dalam ayat itu tidak ada kata langit, jadi dari mana asalnya pemahaman bahwa Isa a.s. naik ke langit? Apakah surga ada di langit? Apakah Allah ada di langit? Dalam Tafsir Al Azhar Hamka menulis bahwa ajaran ini adalah ajaran Nasrani yang disusupkan ke dalam Islam.


Jadi Allah Ta'ala telah mewafatkan Isa a.s. secara wajar (alami), dan kemudian Allah meninggikan (mengangkat) derajat beliau (bukan jasmani). Lihat penggunaan kata Rafa pada surah 7:174, 12:76, 24:36, dan 58:11. Seluruhnya menunjukan kepada makna ruhani (derajat) dan bukan jasmaniyah. Haji Zainudin Hamidy dan Fakhruddin dalam terjemahan Qur'annya pun (terbitan CV. Jayamurni-Jakarta) mengartikan dengan "dimuliakari'. Inilah juga makna Rofa'ahu yang ada dalam An Nisaa 158, yaitu beliau diangkat, dan dimuliakan derajat beliau a.s. dan bukan terbang jasmaninya.



C. Maryam 31


"....Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) Zakat selama aku hidup".


Nabi adalah suri tauladan, segala amal ibadah yang diperintah Tuhan pasti akan dijalankan dan demi tarbiyah umat maka dia akan memeragakannya sebagai suri tauladan untuk umatnya, tentunya selama nabi itu masih hidup. Jadi adakah seseorang yang bisa melihat Nabi Isa masih membayar Zakat? Atau masih menerima Zakat darinya?


D. Ali Imran 81


" Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh­sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".


Dr. Haji Abdulkarim Amarullah menulis dalam bukunya (Al Qaulush Shahih) : 

"Pemandangan ayat ini, katanya, Annabiyyina, yang berarti segala nabi-nabi, nyata benar meliputi Adam sampai kepada Isa sama sekali berjanji kepada Tuhan, akan mengikuti Muhammad dan akan percaya serta menolong dia"


Doktor itu juga menulis : 

"Bacalah hadis Ibnu Abbas yg diriwayatkan oleh Bukhari yang sama maksudnya dengan firman Tuhan yang tersebut pada fasal yang pertama surat Ali Imran ayat 80 tadi : 



"Tidaklah membangkitkan (mengutus) Allah akan seorang Nabi juapun melainkan mengambi( Allah atasnya akan perjanjian teguh demi sesungguhnya jika dibangkitkan Muhammad sedang Nabi yang lain itu masih hidup, bahwa mestilah ia iman dengan Muhammad dan menolong akan dia pada menjalankan agamanya Muhammad".

"Jadi apa sebabnya sudah lebih dari 1300 tahun Isa belum juga bangkit menolong Muhammad kalau sebenar-benarnya ia masih hidup? Mustahil Nabi Isa tidak menepati janji dengan Tuhan dalam masa yang selama itu. Dan mustahil juga ia lalai dari pada kewajibannya di dalam sedikit masa pun apalah lagi lebih dari 1300 tahun!" Demikianlah tulisan ayahanda Prof. Hamka. Jadi memang Isa (Yesus) a.s. telah wafat.


E. Al Maidah 75


"Al Masih ibn Maryam tidak lain melainkan seorang rasul, sesungguhnya telah lalu (Qad Khalat) rasul-rasul (semua) sebelumnya?"


Kita semua sepakat bahwa sebelum Isa a.s. telah wafat semua rasul sebelum beliau. Sekarang mari kita menuju ayat lain yang semakna.


" Dan Muhammad tidak lain melainkan seorang rasul, sesungguhnya telah berlalu (Qad khalat) rasul-rasul (semua) sebelumnya" (Ali Imran 144).


Berarti kita juga sepakat bahwa sebelum rasulullah saw diutus maka telah wafat seluruh rasul-rasul sebelumnya.


Perlu difahami bahwa arti Qad Khalat tiada lain adalah wafat/mati. Silahkan juga baca Tafsir Al Furqan oleh A. Hassan, Guru Persatuan Islam dalam tafsir Al Ahqaf 17. Sedang H. Zainudin Hamidi dkk mengartikan dalam terjemahan Qur'an-nya sebagai "yang telah lewat dengan tiada kembali lagi".

Ayat Ali Imran 144 inilah yg dibacakan oleh Hz. Abu Bakar r.a. pada saat wafatnya Rasulullah saw untuk meyakinkan Umar bahwa sebagaimana rasul rasul yang dahulu pun telah wafat maka hal demikian juga yang terjadi pada diri Rasulullah saw. Tentunya jika Nabi Isa a.s. masih hidup seperti yg diyakini umat Islam kebanyakan saat ini, tentunya akan ada perdebatan sengit antara Umar .r.a. dan para sahabat yang sedang berduka dengan Hz. AbuBakar r.a. Tetapi kenyataannya Hz. Umar tidak membantah.

Baca Juga; Alkitab Vs Sains

Wassalam

Sumber --> The Passion of Jesus as
Back To Top