FL&K. Islam dan kristen merupakan agama yang sama sama mengaggap Isa almasih / Yesus sebagai orang yang suci. Namun ada perbedaan yang membuat kedua agama ini berbeda, salah satu yang akan kami bahas adalah tentang kematian yesus. Alkitab mengkalim bahwa yesus telah mati di tiang salib demi melakukan penebusan dosa, dan alquran sendiri mengatakan bahwa yesus tidak mati melainkan di angakt ke langit oleh Allah... Pada kesempatan ini saya akan sedikit membahas mengenai wafatnya isa as menurut Al-Qur’an..
A. Al Maidah 117
Dalam surah 5 : 117 ayat berbunyi :
"Aku (Isa a.s.) tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu : "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku (Isa a.s.) menjadi SAKSI terhadap mereka, selama aku berada diantara mereka. Maka setelah Engkau WAFATKAN aku, Engkaulah yang MENGAWASI mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan segala sesuatu".
Ayat ini menjadi bukti bahwa semasa hidupnya beliau ( Nabi Isa a.s.) selalu mengajarkan tauhid, dan beliau menjadi saksi dan pengawas akan tegaknya tauhid diantara pengikut beliau. Namun manakala beliau telah wafat maka atas segala penyimpangan yang dilakukan oleh umatnya bukanlah lagi menjadi tanggung jawab beliau a.s. Dan beliau menyerahkan hal itu kepada Allah yang Maha Menyaksikan.
Jadi, jika beliau a.s. saat ini masih hidup disuatu tempat sedang didunia meraja lela aqidah trinitas maka tidak ada yang lebih patut dipersalahkan selain Isa a.s., karena beliau telah berjanji bahwa selama hidup beliau maka beliau akan menjadi saksi dan penjaga atas umatnya untuk tetap mengikuti tauhid.
Baca Juga; Tuhan yang Di ciptakan
Jadi dengan menyimpangnya umat beliau dari ketauhidan itu sendiri sudah menjadi bukti bahwa beliau telah wafat, karena beliau tidaklah lagi menjadi saksi dan penjaga atas mereka. Dan beliau suci dari timbulnya aqidah trinitas.
Tafsir surah Al Maidah 117 ini ada dalam hadis yang diriwayatkan Ibn Abas r.a.:
"Rasulullah saw bersabda di hari kiamat kelak, bakal ada beberapa orang yang akan ditarik ke api neraka, maka aku (Muhammad saw) akan berkata, mereka adalah sahabat-sahabatku, di waktu itu aku mendapat jawaban, "Engkau tidak mengetahui apakah yang telah mereka buat setelah engkau mati, lalu aku akan berkata seperti hamba Allah yang saleh (Isa ibn Maryam) itu berkata : "dan ada(ah saya menjadi saksi atas mereka selama saya hidup bersama mereka, maka manakala Engkau matikan saya, adalah Engkau menjaga mereka".
Jadi atas dasar Tafsir surah 5 : 117 menyangkut Isa a.s. dalam Hadis Bukhari Kitabut Tafsir. Bahwa sebagaimana Muhammad saw telah wafat dan tidak lagi menjadi saksi/penjaga atas umatnya. Maka demikian pula Isa a.s. telah wafat dan tidak lagi mejadi saksi/penjaga atas umatnya.
Sebagai tambahan. Dalam Kitab Hadis Kanzul Umal Jld XI hal 479. Fatimah r.a. menerangkan Rasulullah saw bersabda :
"Sesungguhnya Isa ibnu Maryam usianya 120 tahun".
B. Ali Imran 55
"Ingat(ah ketika Allah berfirman: Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mematikan engkau dan akan meninggikan engkau di sisi Ku dan akan membersihkan engkau dari kaum yang ingkar?'
Perlu diperhatikan kronologis ayat ini :
1. Dimatikan/ diwafatkan
2. Ditinggikan / diangkat
3. Dibersihkan
Kronologis ayat ini tidak boleh dibolak-balik.
Umat Nasrani mengatakan bahwa Isa diangkat ke langit, namun sebelumnya Isa wafat di kayu salib lalu hidup lagi. Itikad Nasrani ini salah, karena pada ayat ini tidak dikatakan bahwa sebelum beliau diangkat beliau hidup lagi. Lagi pula Yesus tidak wafat di tiang salib melainkan hanya mati suri alias pingsan saja.
Sementara itu kebanyakan umat Islam percaya bahwa beliau kini diangkat dan hidup di langit bersama jasad kasarnya, kalo begitu yang sekarang ada di langit adalah jenazah Nabilsa, karena berdasarkan ayat di atas beliau di wafatkan dulu baru diangkat. Kalau anda mengatakan bahwa yang di angkat itu Isa yang hidup maka konsekuensinya anda harus berani menghapus poin 1 dari ayat di atas, anda sanggup menghapus (mengkoreksi) Firman Allah?
Kemudian dalam ayat itu tidak ada kata langit, jadi dari mana asalnya pemahaman bahwa Isa a.s. naik ke langit? Apakah surga ada di langit? Apakah Allah ada di langit? Dalam Tafsir Al Azhar Hamka menulis bahwa ajaran ini adalah ajaran Nasrani yang disusupkan ke dalam Islam.
Jadi Allah Ta'ala telah mewafatkan Isa a.s. secara wajar (alami), dan kemudian Allah meninggikan (mengangkat) derajat beliau (bukan jasmani). Lihat penggunaan kata Rafa pada surah 7:174, 12:76, 24:36, dan 58:11. Seluruhnya menunjukan kepada makna ruhani (derajat) dan bukan jasmaniyah. Haji Zainudin Hamidy dan Fakhruddin dalam terjemahan Qur'annya pun (terbitan CV. Jayamurni-Jakarta) mengartikan dengan "dimuliakari'. Inilah juga makna Rofa'ahu yang ada dalam An Nisaa 158, yaitu beliau diangkat, dan dimuliakan derajat beliau a.s. dan bukan terbang jasmaninya.
Baca Juga; Tuhan Yang Sebenarnya
C. Maryam 31
"....Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) Zakat selama aku hidup".
Nabi adalah suri tauladan, segala amal ibadah yang diperintah Tuhan pasti akan dijalankan dan demi tarbiyah umat maka dia akan memeragakannya sebagai suri tauladan untuk umatnya, tentunya selama nabi itu masih hidup. Jadi adakah seseorang yang bisa melihat Nabi Isa masih membayar Zakat? Atau masih menerima Zakat darinya?
D. Ali Imran 81
" Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguhsungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".
Dr. Haji Abdulkarim Amarullah menulis dalam bukunya (Al Qaulush Shahih) :
"Pemandangan ayat ini, katanya, Annabiyyina, yang berarti segala nabi-nabi, nyata benar meliputi Adam sampai kepada Isa sama sekali berjanji kepada Tuhan, akan mengikuti Muhammad dan akan percaya serta menolong dia"
Doktor itu juga menulis :
"Bacalah hadis Ibnu Abbas yg diriwayatkan oleh Bukhari yang sama maksudnya dengan firman Tuhan yang tersebut pada fasal yang pertama surat Ali Imran ayat 80 tadi :
"Tidaklah membangkitkan (mengutus) Allah akan seorang Nabi juapun melainkan mengambi( Allah atasnya akan perjanjian teguh demi sesungguhnya jika dibangkitkan Muhammad sedang Nabi yang lain itu masih hidup, bahwa mestilah ia iman dengan Muhammad dan menolong akan dia pada menjalankan agamanya Muhammad".
"Jadi apa sebabnya sudah lebih dari 1300 tahun Isa belum juga bangkit menolong Muhammad kalau sebenar-benarnya ia masih hidup? Mustahil Nabi Isa tidak menepati janji dengan Tuhan dalam masa yang selama itu. Dan mustahil juga ia lalai dari pada kewajibannya di dalam sedikit masa pun apalah lagi lebih dari 1300 tahun!" Demikianlah tulisan ayahanda Prof. Hamka. Jadi memang Isa (Yesus) a.s. telah wafat.
E. Al Maidah 75
"Al Masih ibn Maryam tidak lain melainkan seorang rasul, sesungguhnya telah lalu (Qad Khalat) rasul-rasul (semua) sebelumnya?"
Kita semua sepakat bahwa sebelum Isa a.s. telah wafat semua rasul sebelum beliau. Sekarang mari kita menuju ayat lain yang semakna.
" Dan Muhammad tidak lain melainkan seorang rasul, sesungguhnya telah berlalu (Qad khalat) rasul-rasul (semua) sebelumnya" (Ali Imran 144).
Berarti kita juga sepakat bahwa sebelum rasulullah saw diutus maka telah wafat seluruh rasul-rasul sebelumnya.
Perlu difahami bahwa arti Qad Khalat tiada lain adalah wafat/mati. Silahkan juga baca Tafsir Al Furqan oleh A. Hassan, Guru Persatuan Islam dalam tafsir Al Ahqaf 17. Sedang H. Zainudin Hamidi dkk mengartikan dalam terjemahan Qur'an-nya sebagai "yang telah lewat dengan tiada kembali lagi".
Ayat Ali Imran 144 inilah yg dibacakan oleh Hz. Abu Bakar r.a. pada saat wafatnya Rasulullah saw untuk meyakinkan Umar bahwa sebagaimana rasul rasul yang dahulu pun telah wafat maka hal demikian juga yang terjadi pada diri Rasulullah saw. Tentunya jika Nabi Isa a.s. masih hidup seperti yg diyakini umat Islam kebanyakan saat ini, tentunya akan ada perdebatan sengit antara Umar .r.a. dan para sahabat yang sedang berduka dengan Hz. AbuBakar r.a. Tetapi kenyataannya Hz. Umar tidak membantah.
Baca Juga; Alkitab Vs Sains
Wassalam
Sumber --> The Passion of Jesus as
Labels:
Kepercayaan
Terima Kasih Telah Membaca Al-Qur'an Mengenai Wafatnya Yesus. Please share...!

Assalamualaikum wr.wb,
ReplyDeletemas filsafat logika,
Bismillahir rahmanir rahim,
sebelum saya teruskan, saya luruskan tanggapan di bawah judul tersebut dahulu:
Islam dan kristen merupakan agama yang sama sama mengaggap Isa almasih / Yesus sebagai orang yang suci.
isa almasih adalah anak yg suci bukan orang yg suci.
pernyataan diatas sangatlah berbeda.
alquran menjelaskan bahwa isa almasih adalah anak yg suci yaitu bukan anak dari perzinahan atas tuduhan kaum yahudi kepada maryam yg saat itu belum mempunyai suami.
penciptaan isa almasih.
Allah berfirman :Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Q.S. Ali ‘Imran : 59)
dari tanah bumi menjadi mani melalui proces penciptaan.
kita lihat bagaimana nabi isa a.s diciptkan oleh Allah menurut firman Allah yg berikutnya.
Allah berfirman surat At Tahrim ayat 12
Qs 66:12 “Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya , dan dia adalah termasuk orang-orang yang ta’at.”
arti ayat ini inshaAllah sbb,
Ditiupkan kedalam rahimnya (maryam) sebagian dari ruh (ciptaan) kami.
kita menyadari bahwa ruh tidak dapat terbagi (dua) yaitu dari Allah dan maryam.
kata ruh dari ayat ini adalah sesuatu yg bercampur dari Allah dan dari maryam sehingga menjadi sesuatu yg hidup.
kita juga menyadari bahwa segala sesuatu yg dijadikan oleh Allah melalui proses dan proses ini juga terjadi pada diri maryam.
kata (sebagian) dari ruh ciptaan kami adalah (mani) yg telah dibawa oleh malaikat jibril kepada (sebagian) dari diri maryam(cel telur).
bersambung,
wassalamualaikum wr.wb,
ustad sayyid
Allah berfirman surat maryam ayat 19.
Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci".
Tidak ada manusia secara fisik suci, perbedaan para rasul/nabi dan manusia biasa adalah para nabi dan rasul adalah maksum.
Assalamualaikum wr.wb,
ReplyDeletemas filsafat logika,
lanjutan,
kita lihat lagi firman Allah soal penciptaan isa a.s yg mirip dengan ayat di atas tetapi yg artinya berbeda.
surat Al Anbiya ayat 91: Qs 21:91 “Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.”
dalam ayat diatas ini, isa a.s sudah sempurna atas kejadiannya lalu ditiupkan ruh ke dalamnya sama seperti kejadian adam a.s, firman Allah :
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (QS. Al Hijr (15) : 28-29),
pendapat saya mengenai: ruh
1.pendapat saya mengenai surat at-Tahrim ayat 12.
kata ruh dalam ayat ini adalah sesuatu yg hidup melalui proses yaitu mani(cel).
sebagian dari Allah dan sebagiannya lagi sudah tentu dari maryam.
2.pendapat saya mengenai surat al-Anbiya ayat 91.
kata ruh adalah sesuatu yg hidup setelah sempurnanya kejadian.setelah isa sempurna dalam tubuh ibunya ditiupkanlah ruh padanya.
Allahu alam.
Soal turunnya isa almasih di akhir zaman.
kaum kristen menyakini bahwa yesus(isa almasih) akan datang lagi ke bumi dan kebanyakan kaum muslim pun begitu walaupun tidak wajib mempercayainnya.
Beberapa ayat-ayat dari alquran yg diyakini soal turunya isa almasih,
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".(ali imran 55)
Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.(an nisa 159)
Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.(az zukhruf 61).
akan saya ulas jika ada waktu,
bersambung,
wassalamualaikum wr.wb,
ustad sayyid
hahahahahahh
DeleteAssalamualaikum wr.wb,
ReplyDeletemas filsafat logika,
ayat pertama.
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".(ali imran 55)
ayat ini tidak memberikan informasi mengenai isa almasih diangkat ke langit(masih hidup).
ayat ke dua.
Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.(an nisa 159)
ayat ini menunjukkan kematian ahli kitab.
Tidak ada seorangpun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya (isa) sebelum kematiannya( ahli kitab),Dan di hari kiamat nanti isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka(ahli kitab).(an nisa 159).
Setelah isa almasih wafat,ajarannya telah diselewengkan oleh ahli kitab tetapi isa akan menjadi saksi terhadap mereka semua di hari kiamat seperti firman Allah yg sangat jelas pada surat an nahl.
1.Alquran surat an nahl ayat 84.
Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul), kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) mereka dibolehkan meminta ma`af.
dan alquran surat an nahl ayat 89.
(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.
Dengan kedua ayat diatas sangat jelas sekali kedudukan nabi isa a.s di hari berbangkit (kiamat) bahwa beliau hanya sebagai saksi untuk umatnya sendiri dan tidak ada campur tangan terhadap umat nabi muhammad s.a.w keseluruhannya dan nabi isa a.s hanya dibangkitkan pada hari kiamat saja, tidak pada akhir zaman seperti yg diperkirakan sebagian umat islam dan kristen.
Dengan ayat ini menunjukkan bahwa nabi isa a.s telah wafat dan hanya dibangkitkan di hari kiamat seperti halnya nabi muhammad s.a.w.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kelak akan ada di antara generasi akhir dari umatku orang-orang yang meriwayatkan kepada kamu hadis yang belum pernah – juga bapa-bapa kamu – mendengarnya. Untuk itu, hindarilah mereka.” (Riwayat Muslim).
saya sangat yakin banget bahwa hadist-hadist mengenai turunnya isa almasih di akhir zaman adalah ulah (konspirasi yahudi) saja untuk menyesatkan baik kaum kristen maupun muslim.
Ada kemungkinan daya pemikir kaum berfikir yg tidak menganalisa alquran dengan baik itu sebagai berikut :
setiap manusia itu akan mengalami kematian begitu juga dengan isa almasih yg dianggap belum wafat musti mengalami kematian.
sudah tentu pemikiran mereka bahwa kematian tersebut di muka bumi ini.
Padahal Allah sama sekali tidak memberikan informasi bahwa manusia akan dibangkitkan dimuka bumi ini pada hari kiamat, tetapi Allah memberikan sinyal gimana Allah akan membangkitkan orang mati di hari kiamat kelak.
saya kadang-kadang juga mau tertawa tapi takut dianggap ngejek.
wassalamualaikum wr.wb,
ustad sayyid
filsafat logika,
ReplyDeletemeneruskan argumen anda yg fatal pada alquran :
"....Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) Zakat selama aku hidup".
Nabi adalah suri tauladan, segala amal ibadah yang diperintah Tuhan pasti akan dijalankan dan demi tarbiyah umat maka dia akan memeragakannya sebagai suri tauladan untuk umatnya, tentunya selama nabi itu masih hidup. Jadi adakah seseorang yang bisa melihat Nabi Isa masih membayar Zakat? Atau masih menerima Zakat darinya?
jawaban saya:
dari jamanya para nabi sudah ada penyampaian sholat dan menunaikan zakat.
alquran al anbiya ayat 72-73.
Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya`qub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang saleh.
Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah,
Emange isa belum sholat dan membayar zakat.
dan mengenai pendapat DR. haji Abdulkarim Amrullah,
D. Ali Imran 81
" Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguhsungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".
Dr. Haji Abdulkarim Amarullah menulis dalam bukunya (Al Qaulush Shahih) :
"Pemandangan ayat ini, katanya, Annabiyyina, yang berarti segala nabi-nabi, nyata benar meliputi Adam sampai kepada Isa sama sekali berjanji kepada Tuhan, akan mengikuti Muhammad dan akan percaya serta menolong dia"
pandangan saya prof.dr. habib sayyid,
seluruh rasul telah Allah berikan kitab dan hikmah(ilmu) sebagai petunjuk untuk mereka dan umat mereka.
pada setiap kitab telah tertulis kedatangan setiap rasul bergilir setelah mereka dan kewajiban merekalah menyampaikan kedatangan rasul setelah mereka kepada umat mereka masing-masing.
Tetapi apa yg terjadi setelah kerasulan isa?
isa telah menyampaikan kepada umatnya bahwa setelah beliau akan datang seorang nabi yg namanya ahmad dan agar mereka mengikuti beliau , tetapi kitab tersebut telah diselewengkan oleh pihak yahudi.
pihak yahudi selalu mencari jalan gimana umat nabi isa a.s dan umat nabi muhammad s.a.w bercerai berai.
Dengan cara blog2 internet mempersoalkan : tuhan yg sebenarnya,tuhan itu siapa, apakah islam menyembah batu,cara membuktikan bahwa alquran bukan firman Allah dan provokasi-provokasi yg lain.
barang siapa yg tidak mengucapkan salam sejahtera kembali kepada sahabat seiman ketahuilah bahwa iya itu adalah orang yg baik karena hukumnya adalah wajib menyampai kan salam kembali.
prof.dr.habib sayyid
hahahahah....
ReplyDeletesudahlah,,,,,
saya sudah bisa menilai kemampuan anda,,, anda bukan seorang ustads atau habib, seorang ustads itu bisa di lihat dari cara dia berkomentar,, mungkin anda sendiri yang mengklaim bahwa anda ustads...
ustads itu tidak sombong,, awalnya note name cuma Ustadd sayyid,,, mungkin karena kesombongan maka di tambah dengan gelar HABIB,,, PROFESOR,,, BAHKAN DOKTER....
wkwkwkwkwkwkwkw